PARIWARA

Your Ad Here
Tampilkan postingan dengan label jasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jasa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juli 21, 2012

OLAH & ANALISIS DATA PENELITIAN

Mungkin Anda adalah orang yang sedang: Bingung, Pusing, atau Stres bahwasannya data penelitian Anda belum diolah atau olahan data penelitian belum sesuai harapan Anda. Jangan jadi penghalang hal-hal tersebut bagi Anda dalam penyelesaian Skripsi, Tesis, atau Disertasi. 

Anda sudah tepat sekali berada di sini.

INILAH SOLUSI TEPAT UNTUK ANDA 

OLAH & ANALISIS DATA PENELITIAN

Kami siap membantu dan menjadi solusi bagi Anda dalam Olah dan Analisis Data Penelitian guna keperluan penyelesaian Skripsi, Tesis atau Disertasi Anda dengan software SPSS, EViews, Lisrel, dll pada jurusan Ekonomi, Manajemen, Kedokteran, Kebidanan, Keperawatan, Pertanian, Peternakan, Teknik, dll. 

Layanan olah dan analisis data penelitian yang Kami tawarkan kehadapan Anda diantaranya: 
  1. Rekapitulasi Data Penelitian ke Ms. Excel 
  2. Pengujian Instrumen Penelitian: a. Uji Validitas – Bivariate Pearson Correlation, b. Uji Reliabilitas – Cronbach Alpha.
  3. Pengujian Penyimpangan Asumsi Klasik: a. Uji Multikolinearitas – Collinearity Diagnostic with Tolerance & VIF, b. Uji Heterokedastisitas – Scatter Plot – SRESID & ZPRED, c. Uji Autokorelasi – Durbin Watson.
  4. Pengujian Asumsi Dasar: a. Uji Normalitas – One Sample Kolmogorov-Smirnov, P-Plots, b. Uji Homogenitas – One Way Anova – Test of Homogenity Variance, c. Uji Linieritas – Anova Table Linearity.
  5. Pengujian Statistik Deskriptif: a. Mean, Median, Maximum, Minimum, Standard Deviasi. b. Distribusi atau Grafik Frekuensi Profil Responden (untuk data kuesioner). 
  6. Pengujian Hipotesis: a. Compare Mean (One Sample t test, Paired Sample t test, ANOVA), b. Analisis Korelasi, Menjelaskan Hubungan antar Variabel - Uji Bivariate Correlation Product Moment, c. Analisis Regresi Sederhana atau Berganda, d. Analisis Regresi dengan Variabel Moderating atau Intervening. e. Analisis Jalur (Path Analysis), f. Analisis Statistik Non-Parametrik: 1) Analisis Chi Square, 2) Analisis Two Independen Sample (Median Test, Wilcoxon – Mann – Whitney, atau Kolmogorov – Smirnov), 3) Analisis K-Independen Sample (Kruskall-Wallis), 4) Analisis Two Related-Samples (McNemar, Sign Test, Wilcoxon Signed Rank Test), 5) Analisis K-Related Samples (Cohran or Friedman), g. Structural Equation Modelling (SEM).
Beberapa Keuntungan Menggunakan Jasa Olah dan Analisis Data Penelitian: 
  • Hemat Waktu, olah dan analisis data penelitian dapat dilakukan dengan lebih cepat. 
  • Teliti dalam Perhitungan, tingkat error perhitungan dapat diminimalisasi. 
  • Sesuai dengan Keinginan, hasil olah dan analisis data penelitian Anda sesuai dengan apa yang diharapkan. 
  • Terpercaya, terdiri dari tim olah dan analisis data yang memiliki kompetensi dalam ilmu statistika. 
  • Handal, memiliki referensi-referensi yang up to date dalam olah dan analisis data penelitian. 
  • Berpengalaman, telah terbiasa melakukan berbagai bentuk dan metode analisis dalam penelitian. 
  • Rinci, interpretasi dari olah data penelitian lengkap dan mudah dipahami. 
Berbekal beberapa keuntungan di atas maka ANDA TIDAK PERLU RAGU LAGI untuk menggunakan jasa olah dan analisis data penelitian yang telah kami tawarkan. 

BAYANGKAN SEBENTAR LAGI SKRIPSI, TESIS, ATAU DISERTASI ANDA DAPAT DISELESAIKAN DAN SATU MASALAH ANDA TELAH TERSELESAIKAN. 

Tunggu apalagi ? Segera percayakan olah dan analisis data penelitian Anda kepada Kami. 

Anda hanya perlu melakukan beberapa prosedur di bawah ini: 
  1. Email Data Mentah, Kirimkan data mentah (disarankan dalam format excel), BAB I, BAB III, dan kuesioner (jika penelitian survei) ke email kami di analisis4u@yahoo.com
  2. Analisis yang Diinginkan, sertakan juga pada email data mentah tersebut bentuk analisis yang Anda inginkan 
  3. Sabar, tim Kami akan menilai kesesuaian analisis dengan banyak variabel penelitian, jumlah data penelitian dan tingkat kesulitan guna menentukan biaya olah dan analisis data penelitian serta alokasi waktu penyelesaiannya. 
  4. Transfer, jika Anda sepakat dengan biaya dan waktu penyelesaiannya maka secepatnya lakukan pembayaran ke nomor rekening bank kami (nomor rekening bank kami didapatkan melalui email), agar secepatnya pula kami melakukan olah dan analisis data penelitian Anda. 
  5. Konfirmasi, lakukan konfirmasi kembali bahwa Anda telah melakukan transfer pembayaran ke email kami: analisis4u@yahoo.com dengan disertakan hasil scanner bukti transfer pembayaran. 
  6. Olah dan Analisis Data, kami melakukan olah dan analisis data penelitian sesuai dengan keinginan Anda.
  7. Hasil Olah dan Analisis Data, dikirimkan sesuai waktu yang telah disepakati ke email Anda. 

Terima kasih buat teman, sahabat, atau rekan-rekan yang sudah mempercayai olah dan analisis data penelitian Anda kepada Kami.
Baca Selengkapnya....

Minggu, Februari 26, 2012

Persepsi terhadap Kualitas

Lima alternatif perspektif kualitas yang biasa digunakan, yaitu: 
1). Transcendental Approach 
Kualitas dalam pendekatan ini, dipandang sebagai innate excellence, dimana kualitas dapat dirasakan atau diketahui, tetapi sulit didefinisikan dan dioperasionalisasikan. Sudut pandang ini biasanya diterapkan dalam dunia seni, misalnya seni musik, seni drama, seni tari, dan seni rupa. Meskipun demikian suatu perusahaan dapat mempromosikan produknya melalui pernyataan-pernyataan maupun pesan-pesan komunikasi seperti tempat berbelanja yang menyenangkan (supermarket), elegen (mobil), kecantikan wajah (kosmetik), kelembutan dan kehalusan kulit (sabun mandi), dan lain-lain. Dengan demikian fungsi perencanaan, produksi, dan pelayanan suatu perusahaan sulit sekali menggunakan definisi seperti ini sebagai dasar manajemen kualitas. 

2). Product-based Approach 
Pendekatan ini menganggap bahwa kualitas merupakan karakteristik atau atribut yang dapat dikuantitatifkan dan dapat diukur. Perbedaan dalam kualitas mencerminkan perbedaan dalam jumlah beberapa unsur atau atribut yang dimiliki produk. Karena pandangan ini sangat objektif, maka tidak dapat menjelaskan perbedaan dalam selera, kebutuhan, dan preferensi individual. 

3). User-based Approach 
Pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas tergantung pada orang yang memandangnya, sehingga produk yang paling memuaskan preferensi seseorang (misalnya perceived quality) merupakan produk yang berkualitas paling tinggi. Perspektif yang subjektif dan demand-oriented ini juga menyatakan bahwa pelanggan yang berbeda memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda pula, sehingga kualitas bagi seseorang adalah sama dengan kepuasan maksimum yang dirasakannya. 

4). Manufacturing-based Approach 
Perspektif ini bersifat supply-based dan terutama memperhatikan praktik-praktik perekayasaan dan pemanufakturan, serta mendefinisikan kualitas sebagai kesesuaian/sama dengan persyaratan (conformance to requirements). Dalam sektor jasa, dapat dikatakan bahwa kualitasnya bersifat operations-driven. Pendekatan ini berfokus pada penyesuaian spesifikasi yang dikembangkan secar internal, yang seringkali didorong oleh tujuan peningkatan produktivitas dan penekanan biaya. Jadi yang menentukan kualitas adalah standar-standar yang ditetapkan perusahaan, bukan konsumen yang menggunakannya. 

5). Value-based Approach 
Pendekatan ini memandang kualitas dari segi nilai dan harga. Dengan mempertimbangkan trade-off antara kinerja dan harga, kualitas didefinisikan sebagai “affordable excellence”. Kualitas dalam perspektif ini bersifat relatif, sehingga produk yang memiliki kualitas paling tinggi belum tentu produk yang paling bernilai. Akan tetapi yang paling bernilai adalah barang atau jasa yang paling tepat dibeli (best-buy). 

Sumber : Tjiptono, Fandy, Manajemen Jasa, 1996, Andi Offset, Yogyakarta.



Menerima:
Murah, Cepat, dan Terpercaya
Baca Selengkapnya....

Selasa, Juni 01, 2010

KEPUASAN PELANGGAN


Ruang lingkup pemasaran sangat ditentukan oleh bauran pemasaran, yang terdiri dari empat komponen utama, yaitu produk, harga, promosi dan distribusi. Penerapan yang lebih spesifik untuk pemasaran jasa menyebabkan bauran pemasaran diperluas dengan tiga komponen tambahan, yaitu manusia, bukti fisik, dan proses. Manusia sebagai komponen yang memainkan peran saat berlangsungnya proses transaksi. Bukti fisik adalah ruang di mana jasa di transfer antara penjual dan pembeli. Sedangkan proses merupakan prosedur atau mekanisme berkaitan dengan penyampaian jasa.

Jasa memiliki karateristik utama yang sangat mempengaruhi rancangan program pemasaran yaitu tidak berwujud, tidak terpisahkan, bervariasi, dan mudah lenyap. Faktor utama yang membedakan untuk perusahaan-perusahaan jasa adalah kualitas layanan pelanggan. Menurut Payne (1993), para pelanggan semakin pandai berkaitan dengan permintaan mereka dan menuntut standar layanan yang semakin meningkat. Saat ini perusahaan jasa menyadari untuk memperbaiki layanan pelanggan untuk menghadapi persaingan dalam lingkungan jasa yang sangat kompetitif. 

Konsep kepuasan pelanggan juga merupakan salah satu konsep yang berkembang sejak tahun 1970-an. Oliver (1981) mendefinisikan kepuasan sebagai sikap terhadap hasil transaksi dan dari kepuasan diperkirakan akan mempengaruhi perilaku lanjutan atau kesetiaan pelanggan. Upaya perusahaan untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya agar apa yang diharapkan oleh mereka sesuai dengan kenyataan sehingga mereka puas dan akan membentuk pengalaman konsumsi yang positif. Oliver (1981) menghubungkan kepuasan pelanggan terhadap perilaku lanjutan dan loyalitas pelanggan adalah yang paling sering digunakan sebagai referensi. 

Kepuasan pelanggan merupakan variabel mediator yang menghubungkan variabel kualitas layanan, kepercayaan dan kesetiaan pelanggan. Costabile (1998, dalam Ferrinadewi dan Djati, 2004) mendefinisikan kepercayaan (trust) sebagai persepsi terhadap kehandalan dari sudut pandang pelanggan didasarkan pada pengalaman, atau mengarah pada tahapan transaksi atau interaksi yang dicirikan oleh terpenuhinya harapan kinerja produk dan tercapainya kepuasan. Blackston (1992) menyatakan bahwa kepercayaan adalah salah satu komponen dari keberadaan hubungan pelanggan dengan merek. Proposisi yang ditunjukkan oleh Ferrinadewi (2004) adalah kepercayaan terbentuk dari kepuasan pelanggan yang kemudian menjadi indikasi awal terbentuknya kesetiaan pelanggan. Sedangkan kesetiaan pelanggan merupakan suatu tahap pencapaian yang menguntungkan bagi perusahaan yang menunjukkan konsistensi hubungan antara pelanggan dan perusahaan. Hal ini karena kesetiaan pelanggan dapat mengurangi biaya pemasaran dan dapat menarik pelanggan-pelanggan baru. Selain itu, kesetiaan pelanggan menyebabkan perusahaan dapat bertahan dari persaingan suatu industri yang sangat ketat.

Upaya-upaya perusahaan untuk membentuk pelanggan-pelanggan yang setia menyebabkan sifat-sifat pelanggan yang manja dan banyak menuntut dari perusahaan. Hal yang akan tetap bertahan untuk beberapa tahun ke depan adalah pentingnya membentuk kepuasan yang total bagi pelanggan. Bukan saja agar pelanggan tidak kecewa, tetapi juga memberikan nilai-nilai daya guna kepada mereka agar tidak berpindah ke para pesaing. Ke depannya, tugas perusahaan dan pemasar semakin berat karena semakin berkembangnya proses memanjakan pelanggan dan semakin banyaknya pelaku bisnis di suatu industri. 

Customer Relationship Management (CRM) dapat menjawab tantangan tersebut. CRM membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan, memudahkan penawaran produk, menentukan waktu dan bentuk interaksi yang disukai pelanggan, dan meningkatkan kualitas layanan, melalui pemanfaatan kemajuan teknologi informasi seperti komputer dan internet yang dapat mengolah basis data pelanggan dan segala bentuk riset pasar. Informasi mengenai pelanggan akan memberitahukan perusahaan tentang apa yang dianggap oleh pelanggan sebagai sesuatu yang “bernilai”. Pelanggan menganggap kepuasan yang diperolehnya adalah bentuk keperdulian berhubungan perusahaan dengan pelanggan. Pada dasarnya, tujuan akhir dari CRM adalah untuk membentuk pelangganpelanggan baru sebanyak-banyaknya sekaligus memaksimalkan laba perusahaan dari pelanggan yang telah ada. Biasanya apa yang dilakukan oleh kebanyakan perusahaan adalah hanya menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas baik yang kemudian membentuk citra positif dan terpercaya sehingga cukup untuk memperoleh kepercayaan pelanggan (Blackston, 1992). 

Kepercayaan pelanggan tidak cukup untuk membuat pelanggan setia, meski dapat dijadikan indikasi awal ditinjau dari perilaku kognitifnya. CRM memungkinkan kepercayaan dan kesetiaan pelanggan dapat terbentuk. CRM berkaitan erat dengan dua perencanaan stratejik pemasaran, yaitu untuk mencari pelanggan-pelanggan baru, dan untuk mempertahankan pelanggan-pelanggan yang telah ada, sehingga aplikasi program-program CRM adalah terkait dengan upaya untuk menyesuaikan apa yang dikeluarkan untuk memperoleh pelanggan dengan apa yang dikeluarkan untuk mempertahankannya. Perusahaan harus memperhatikan dinamika perilaku pelanggan mereka, sehingga perusahaan dapat menetapkan kelompok-kelompok pelanggan yang menguntungkan bagi kepentingan jangka panjang. 

Peningkatan kualitas layanan melalui optimalisasi sumber daya manusia dari karyawan yang akan membentuk kepuasan pelanggan dan pemberdayaan kekuatan mereka, harus selalu dilakukan untuk menjaga hubungan yang saling menguntungkan antara pelanggan dan perusahaan. Upaya untuk mencari pelanggan baru, memuaskannya, mempertahankannya, dan membuatnya setia terhadap perusahaan, adalah pekerjaan yang tidak mudah untuk dilakukan, namun CRM dengan dukungan teknologi informasi dan proses bisnis yang berfokus terhadap pelanggan akan memungkinkan pertumbuhan pelanggan-pelanggan yang setia secara berkesinambungan.
Baca Selengkapnya....